TAWAU — Sebanyak 12 pelajar dari berbagai Community Learning Centre (CLC) di wilayah kerja Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Malaysia, resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2025.
Upacara pengukuhan berlangsung khidmat di Aula Nusantara KRI Tawau dan dipimpin langsung oleh Konsul RI Tawau, Aris Heru Utomo. Dalam sambutannya, Aris menegaskan pentingnya program Paskibraka sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda Indonesia di luar negeri.
“Paskibraka bukan hanya soal mengibarkan bendera. Ini adalah bagian dari pendidikan karakter, cinta tanah air, dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Aris.
Para anggota Paskibraka telah menjalani pelatihan intensif selama hampir satu bulan. Mereka digembleng secara fisik dan mental oleh pelatih dari TNI dan staf KRI, serta tinggal di asrama dengan kedisiplinan tinggi. Program ini bertujuan untuk menanamkan semangat nasionalisme, kerja sama, dan kepemimpinan.
Aris berharap para pelajar yang terpilih dapat menjadi teladan di sekolah, keluarga, dan komunitas mereka. Selain bertugas dalam upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI, mereka juga dijadwalkan bertugas dalam berbagai peringatan nasional seperti Hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, dan Hari Lahir Pancasila tahun depan.
“Program ini menjadi bagian dari upaya KRI Tawau untuk memperkuat identitas kebangsaan anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menempuh pendidikan di CLC, sekolah alternatif hasil kerja sama Indonesia-Malaysia yang tersebar di wilayah perkebunan kelapa sawit,” tambahnya.
Saat ini terdapat lebih dari 100 CLC di wilayah kerja KRI Tawau dengan ribuan siswa yang mengikuti kurikulum nasional Indonesia. Keterlibatan mereka dalam kegiatan seperti Paskibraka menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan generasi muda di perantauan.
Usai pengukuhan, para anggota Paskibraka tampak bahagia dan antusias menyambut tugas mulia mereka sebagai pengibar dan penurun bendera Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan RI. Kebahagiaan pun bertambah saat mereka kembali bertemu keluarga setelah menjalani pelatihan intensif.














