TANJUNG SELOR – Program Kaltara Terang yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan hasil nyata. Hingga triwulan III tahun 2025, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara mencatat rasio elektrifikasi mencapai 96,34 persen.
Capaian tersebut melampaui rata-rata nasional dan menandakan hampir seluruh wilayah kabupaten/kota di Bumi Benuanta telah menikmati aliran listrik.
Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Kaltara, Abdul Muis, menyampaikan bahwa angka tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menghadirkan akses energi yang merata bagi masyarakat.
“Data triwulan III tahun 2025 menunjukkan rasio elektrifikasi Kaltara berada di angka 96,34 persen. Ini menjadi bukti bahwa program Kaltara Terang berjalan efektif,” ujar Muis di Tanjung Selor.
Selain rasio elektrifikasi, Dinas ESDM Kaltara juga mencatat rasio desa berlistrik mencapai 85,48 persen. Angka ini khusus menghitung desa yang telah terhubung langsung dengan jaringan PT PLN.
“Persentase 85,48 persen merupakan desa yang sudah terkoneksi PLN. Sementara desa yang menggunakan listrik mandiri atau bantuan PLTS dari pemerintah pusat tetap kami masukkan dalam perhitungan rasio elektrifikasi secara umum,” jelasnya.
Meski capaian tersebut tergolong tinggi, Muis mengakui pemerataan listrik di wilayah pelosok masih menghadapi tantangan berat. Kondisi geografis yang ekstrem serta jumlah rumah tangga yang relatif sedikit—sekitar 20 hingga 30 rumah per desa—menjadi kendala utama dalam perluasan jaringan listrik.
Namun demikian, Pemerintah Provinsi Kaltara memastikan komitmen untuk terus meningkatkan capaian tersebut. Pada tahun 2026, Dinas ESDM menargetkan rasio desa berlistrik kembali meningkat melalui optimalisasi berbagai sumber pendanaan.
“Kami mengalokasikan anggaran dari APBD Provinsi dan secara aktif mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat, seperti program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan program Listrik Desa,” tegas Muis.
Upaya percepatan ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur Kalimantan Utara dalam mewujudkan pemerataan energi hingga ke wilayah terpencil.
“Target kami jelas. Tahun 2026 persentasenya harus naik lagi. Kami ingin seluruh masyarakat Kaltara, termasuk yang tinggal di pelosok, benar-benar merasakan kemerdekaan energi,” pungkasnya. (Adv)


















