BULUNGAN – Transisi energi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tidak hanya dimaknai sebagai peralihan menuju energi bersih, tetapi juga sebagai peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltara melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai memfokuskan perhatian pada penyiapan sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompeten.
Kepala Dinas ESDM Kaltara, Ir. Yosua Batara Payangan, menyebut keberadaan institusi pendidikan formal di Kaltara menjadi modal penting dalam menyiapkan tenaga kerja untuk kebutuhan industri energi di masa depan. Mulai dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga perguruan tinggi, sejumlah jurusan vokasi telah tersedia.
“Sekolah tinggi dan perguruan tinggi sudah mulai membuka jurusan teknik mesin hingga elektro. SMK juga sudah ada. Ini menjadi harapan kita dalam penyiapan SDM lokal,” ujar Yosua di Bulungan.
Ia menjelaskan, pertumbuhan sektor industri, khususnya di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning, akan memicu peningkatan kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar. Seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur energi, kebutuhan tenaga ahli di bidang kelistrikan dan teknik mesin dipastikan meningkat.
“Kami berharap SMK, universitas, dan politeknik di daerah mampu menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan sektor energi. Dengan begitu, ketika industri berkembang pesat, tenaga kerjanya sudah siap,” tegasnya.
Yosua menambahkan, kesiapan SDM lokal menjadi kunci agar putra-putri daerah tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan proyek strategis nasional di Kaltara. Dengan pendidikan dan keterampilan yang relevan, tenaga kerja lokal diharapkan mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah.
“Jika SDM daerah siap dan terserap di sektor energi, maka dampak positifnya akan langsung dirasakan masyarakat melalui peningkatan ekonomi dan kesejahteraan,” pungkasnya. (Adv)


















