Example floating
Example floating
banner 970x250
ESDM Kaltara

Sulit Dijangkau Jaringan PLN, Desa Perbatasan Kaltara Didorong Gunakan PLTS Terpusat

×

Sulit Dijangkau Jaringan PLN, Desa Perbatasan Kaltara Didorong Gunakan PLTS Terpusat

Sebarkan artikel ini

TANJUNG SELOR — Keterbatasan akses jaringan listrik PLN di sejumlah desa perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong pemerintah mencari alternatif pembangkit berbasis energi terbarukan. Salah satu solusi yang disiapkan yakni pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat untuk wilayah yang sulit dijangkau jaringan listrik.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, SE., M.Si., mengatakan tidak semua desa dapat dilayani melalui perluasan jaringan PLN. Kondisi geografis dan medan yang berat membuat pembangunan jaringan membutuhkan biaya investasi yang sangat besar.

Example 300x600

“Bagaimana caranya kita menuntaskan persoalan listrik di desa-desa perbatasan. Tidak semua lokasi memungkinkan jaringan PLN masuk,” ujar Ferdy.

Menurutnya, pembangunan jaringan listrik menuju desa yang jauh dari jaringan eksisting juga dinilai kurang menarik dari sisi bisnis. Besarnya kebutuhan investasi menjadi salah satu pertimbangan bagi investor maupun PLN.

Karena itu, Dinas ESDM Kaltara telah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk mempercepat penyediaan listrik di desa-desa yang sulit dijangkau jaringan PLN.

Salah satu langkah yang didorong adalah pembangunan PLTS terpusat di wilayah yang terisolasi. Infrastruktur tersebut nantinya dibangun menggunakan dana APBN dan pengelolaannya akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kaltara atau PT PLN.

Ferdy mengungkapkan, saat ini terdapat 13 desa yang telah disurvei oleh Balai Besar Survei dan Pengkajian Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (BBSP EBTKE). Survei tersebut akan terus dilakukan secara bertahap hingga 2029.

“Kaltara memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar. Tinggal disesuaikan dengan kondisi geografis setiap daerah,” katanya.

Ia menjelaskan, tidak semua wilayah harus menggunakan teknologi yang sama. Beberapa daerah dinilai cocok menggunakan PLTS, sementara wilayah yang memiliki sungai kecil berpotensi memanfaatkan pembangkit listrik tenaga mikrohidro.

Bahkan, kata Ferdy, terdapat sejumlah lokasi yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pembangkit listrik tenaga angin.

Dinas ESDM Kaltara berharap pemerintah pusat bersama PT PLN dapat memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan solusi kelistrikan berbasis energi terbarukan.

Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses listrik sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan, terutama desa-desa yang sulit dijangkau jaringan PLN.

banner 728x90
Example 120x600
Example 468x60