NUNUKAN – Arus mudik penumpang kapal laut di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada musim Lebaran 1447 Hijriah tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Nunukan, Sudjito, mengatakan kepadatan penumpang di Pelabuhan Tunon Taka tahun ini lebih rendah.
“Arus mudik penumpang kapal laut di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan tahun ini mengalami penurunan sekitar 20 persen dibandingkan tahun 2025,” ujarnya saat ditemui, Selasa (10/3/2026).
Untuk melayani angkutan mudik Lebaran tahun ini, Pelni mengoperasikan dua kapal, yakni KM Bukit Siguntang dan KM Lambelu dengan rute Nunukan–Makassar–Parepare.
Dari total kapasitas kapal yang mencapai 1.999 penumpang, jumlah pemudik pada keberangkatan 5 Maret 2026 hanya sekitar 815 orang.
Sudjito menjelaskan, penurunan jumlah penumpang diduga karena waktu mudik Lebaran yang berdekatan dengan momentum libur Natal dan Tahun Baru.
“Banyak masyarakat yang sebelumnya sudah melakukan perjalanan saat Nataru, sehingga memilih tidak mudik lagi pada Lebaran tahun ini,” jelasnya.
Meski demikian, Pelni tetap memberikan stimulus berupa diskon tiket hingga 30 persen untuk menarik minat penumpang. Program tersebut berlaku mulai 11 Maret hingga 5 April 2026 untuk seluruh rute kapal Pelni.
Namun, ia menegaskan bahwa promo tersebut memiliki kuota terbatas.
“Jika kuota diskon sudah terpenuhi, maka program tersebut akan dihentikan meski belum sampai batas waktu yang ditentukan. Kami mengimbau masyarakat segera memesan tiket,” katanya.
Sementara itu, Pelni tetap mengantisipasi potensi lonjakan penumpang yang diperkirakan terjadi pada puncak arus mudik tanggal 16 Maret 2026.
Menjelang Lebaran, dua kapal Pelni tersebut dijadwalkan melakukan dua pelayaran terakhir pada 11 dan 16 Maret 2026.
Pelayaran tersebut melayani rute Nunukan, Pantoloan, Balikpapan, Parepare, Makassar, Baubau, Maumere hingga Larantuka.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Pelni juga telah mengajukan penambahan kapasitas hingga 30 persen dari kapasitas normal.
“Jika kapasitas kapal 1.999 penumpang, maka dengan penambahan tersebut jumlahnya bisa mencapai sekitar 2.978 penumpang,” pungkas Sudjito.


















