KUTAI TIMUR — Pengurus Pusat Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kutai Timur (PP HIPMA-KT) mengambil sikap tegas terkait polemik pembentukan dan pelantikan kepengurusan Ikatan Alumni (IKA) HIPMA-KT. Pihak PP HIPMA-KT secara resmi menerima berkas mosi tidak percaya dari sejumlah alumni dan demisioner Ketua Cabang.
Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (Kabid SDM) PP HIPMA-KT, Fahrezi Sulaiman Ratuwara, menerima langsung dokumen mosi tersebut. Fahrezi menegaskan bahwa pihaknya bakal meninjau dokumen tersebut secara serius sebagai dasar pertimbangan organisasi.
“Secara organisasional, kami akan memberikan atensi penuh terhadap aspirasi senior-senior alumni. Apalagi, mereka yang melayangkan mosi tidak percaya ini adalah tokoh-tokoh yang pernah berproses di HIPMA-KT, baik di tingkat cabang maupun pusat, serta menjadi penggagas awal pembentukan IKA HIPMA-KT,” ujar Fahrezi, Selasa (30/06/2026).
Polemik ini mencuat ke publik usai agenda pelantikan pengurus IKA HIPMA-KT berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur hari ini. Para alumni melayangkan protes keras karena susunan kepengurusan yang melangsungkan pelantikan terindikasi banyak memuat nama-nama luar yang bukan merupakan alumni HIPMA-KT.
Merespons dinamika tersebut, Fahrezi menyatakan bahwa Pengurus Pusat sama sekali tidak terlibat dalam agenda pelantikan itu. Ia juga telah meneruskan mosi tersebut ke tingkat pimpinan tertinggi organisasi agar mendapat tindak lanjut segera.
“Mosi tersebut sudah diteruskan kepada Ketua Umum dan Sekjen PP HIPMA-KT. Kami akan segera menggelar rapat untuk menyikapi polemik ini, mengingat poin-poin dalam mosi tersebut sangat substansial. Terkait pelantikan, kami tidak bertanggung jawab sama sekali. Intinya, masalah ini akan disikapi sesuai dengan aturan main dan norma organisasi,” pungkas Fahrezi.






