Example floating
Example floating
banner 970x250
Pemprov Kaltara

Proyek Jembatan Bailey Apau Kayan Mangkrak, GAMKI Bulungan Desak APH Turun Tangan

×

Proyek Jembatan Bailey Apau Kayan Mangkrak, GAMKI Bulungan Desak APH Turun Tangan

Sebarkan artikel ini

TANJUNG SELOR – Proyek jembatan Bailey di Apau Kayan, Malinau, kembali memicu amarah publik. Meski telah menyedot dana APBN sejak 2018, infrastruktur strategis ini justru terbengkalai dan rusak sebelum selesai.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi proyek yang memprihatinkan. Material baja kini berserakan di lokasi, sementara pondasi utama belum juga tuntas. Ironisnya, beberapa bagian struktur mengalami kerusakan serius sebelum warga sempat memanfaatkannya.

Example 300x600

Data yang terhimpun mengungkapkan bahwa pemerintah telah menunjuk beberapa kontraktor berbeda untuk menangani proyek ini selama beberapa tahun terakhir. Namun, pergantian pelaksana tersebut tidak membuahkan hasil maksimal. Proyek tetap berhenti di tengah jalan tanpa progres yang jelas.

Kondisi ini memicu kritik tajam dari Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Bulungan, Dennis Yosafat. Ia menilai kegagalan ini mencerminkan buruknya pengelolaan anggaran negara di wilayah perbatasan.

“Pemerintah sudah menggelontorkan puluhan miliar, tetapi hasilnya nihil. Ini indikasi kuat adanya persoalan serius dalam tata kelola pembangunan,” ujar Dennis, Kamis (30/4/2026).

Dennis menegaskan bahwa jembatan ini merupakan urat nadi vital bagi warga di Kecamatan Sungai Boh, Kayan Selatan, Kayan Hulu, hingga Data Dian. Akibat mangkraknya proyek, masyarakat setempat masih terisolasi dan kesulitan mengakses fasilitas ekonomi, pendidikan, serta kesehatan.

Merespons situasi tersebut, GAMKI Bulungan mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera melakukan investigasi menyeluruh.

“Kami meminta KPK, Kejaksaan Agung, dan Kejati Kaltara turun langsung. Mereka harus mengusut penggunaan anggaran, proses pergantian kontraktor, hingga tanggung jawab pihak terkait,” tegas Dennis.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, juga sempat melontarkan kritik serupa. Ia menyebut proyek tersebut mubazir karena struktur jembatan dilaporkan rusak bahkan terseret arus sungai sebelum berfungsi.

Hingga saat ini, pihak Kementerian Pekerjaan Umum belum memberikan keterangan resmi mengenai status kelanjutan proyek maupun evaluasi terhadap penggunaan anggaran yang fantastis tersebut. Bagi warga Apau Kayan, mangkraknya jembatan ini bukan sekadar masalah infrastruktur, melainkan runtuhnya kepercayaan publik terhadap komitmen pembangunan di beranda terdepan Indonesia.

banner 728x90
Example 120x600
Example 468x60