Example floating
Example floating
banner 970x250
ESDM Kaltara

Menembus Medan Sulit, ESDM Kaltara Perkuat Upaya Pemerataan Listrik

×

Menembus Medan Sulit, ESDM Kaltara Perkuat Upaya Pemerataan Listrik

Sebarkan artikel ini

TANJUNG SELOR – Pemerataan akses listrik di wilayah pedalaman dan perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) membutuhkan perencanaan yang matang, terutama dalam menghadapi kondisi geografis yang menantang. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara menekankan pentingnya kajian geologi untuk mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan yang aman dan berkelanjutan.

Bentang alam berupa pegunungan, lembah terjal, sungai, hingga kondisi tanah dengan karakteristik beragam menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhitungkan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi proses pembangunan jaringan listrik, mulai dari mobilisasi material hingga penentuan jalur infrastruktur.

Example 300x600

Pemerintah Provinsi Kaltara melalui Dinas ESDM terus mendorong perluasan akses listrik bagi masyarakat di wilayah terpencil. Dukungan anggaran dari pemerintah pusat pada 2026 menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan jaringan listrik komunal di sejumlah wilayah.

Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Kaltara, Trimulbar, S.T., mengatakan kondisi alam di Kaltara memerlukan kajian cermat sebelum pembangunan jaringan listrik maupun fasilitas energi terbarukan dilaksanakan.

“Kondisi medan di pelosok Kaltara sangat unik dan menantang. Dari sisi geologi dan kebencanaan tanah, pembangunan tiang pancang, bentangan jaringan listrik antarkecamatan maupun instalasi listrik komunal harus memperhitungkan kestabilan lereng, potensi pergerakan tanah, serta tingkat kerawanan geologi,” ujar Trimulbar saat ditemui di Tanjung Selor, Sabtu (26/9/2026).

Pemetaan Geologi Jadi Perhatian

Menurut Trimulbar, sejumlah wilayah yang menjadi sasaran pengembangan elektrifikasi, khususnya di beberapa kecamatan di Kabupaten Nunukan dan Malinau, memiliki tantangan dalam hal aksesibilitas dan mobilisasi material.

Kontur wilayah yang berbukit serta kondisi tanah yang cenderung basah dapat menyulitkan pengangkutan material dan peralatan konstruksi ke lokasi pembangunan. Karena itu, penentuan jalur jaringan listrik perlu mempertimbangkan aspek teknis sekaligus karakteristik lingkungan setempat.

Dinas ESDM Kaltara mendorong koordinasi antara bidang geologi, teknis kelistrikan, dan instansi terkait untuk mendukung proses perencanaan. Pemetaan kondisi geologi diperlukan agar jalur pembangunan dapat ditentukan dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan efisiensi.

Upaya tersebut juga ditujukan untuk mengantisipasi risiko kerusakan infrastruktur akibat bencana alam. Potensi longsor, pergerakan tanah, dan ketidakstabilan fondasi dapat mengganggu jaringan listrik apabila tidak diperhitungkan sejak tahap awal pembangunan.

“Kami berupaya memastikan setiap pembangunan infrastruktur energi tidak hanya mengejar percepatan elektrifikasi, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan konstruksi dan ketahanan terhadap kondisi alam di wilayah setempat,” katanya.

Dorong Pemerataan Listrik Berkelanjutan

Pemerintah berharap koordinasi lintas sektor yang didukung pembiayaan dari pemerintah pusat dapat membantu mengatasi berbagai hambatan geografis secara bertahap.

Perluasan akses listrik ke wilayah pelosok tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Kaltara, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi di desa-desa yang masih menghadapi keterbatasan energi.

Dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan geologi sejak tahap perencanaan, pembangunan infrastruktur kelistrikan diharapkan dapat berjalan lebih efektif, aman, serta mampu bertahan menghadapi tantangan alam.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan akses energi hingga ke wilayah pedalaman dan perbatasan Kaltara, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

banner 728x90
Example 120x600
Example 468x60