Example floating
Example floating
banner 970x250
ESDM Kaltara

ESDM Kaltara Dorong PLTS Terpusat untuk Perluas Akses Listrik Desa Perbatasan

×

ESDM Kaltara Dorong PLTS Terpusat untuk Perluas Akses Listrik Desa Perbatasan

Sebarkan artikel ini

TANJUNG SELOR — Sebanyak 13 desa di Kalimantan Utara (Kaltara) telah disurvei untuk mendukung persiapan pengembangan infrastruktur energi terbarukan, terutama bagi wilayah terpencil dan perbatasan yang belum menikmati layanan listrik secara optimal.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si., mengatakan kondisi geografis dan tingginya biaya pembangunan jaringan menjadi kendala dalam memperluas akses listrik ke sejumlah desa.

Example 300x600

Menurutnya, tidak semua wilayah memungkinkan untuk dijangkau jaringan listrik konvensional milik PT PLN. Jarak yang jauh dari jaringan utama membuat pembangunan infrastruktur membutuhkan investasi besar, sehingga kurang menarik secara bisnis bagi investor maupun PLN.

“Bagaimana caranya kita menuntaskan persoalan listrik di desa-desa perbatasan. Tidak semua lokasi memungkinkan jaringan PLN masuk,” ujar Ferdy.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltara melalui Dinas ESDM mendorong pemanfaatan energi terbarukan sebagai alternatif penyediaan listrik bagi desa-desa terpencil.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat. Program ini diharapkan dapat menjangkau wilayah yang sulit dilayani melalui perluasan jaringan listrik konvensional.

Ferdy menjelaskan, Dinas ESDM Kaltara telah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah terisolasi.

“Pembangunan PLTS Terpusat ini akan didanai menggunakan APBN pusat dan nantinya diserahkan pengoperasiannya kepada Pemprov Kaltara atau PT PLN,” jelasnya.

13 Desa Telah Disurvei

Sebagai bagian dari persiapan program, sebanyak 13 desa telah disurvei oleh Balai Besar Survei dan Pengkajian Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (BBSP EBTKE). Survei tersebut dilakukan untuk mendukung perencanaan pengembangan infrastruktur energi terbarukan di wilayah yang membutuhkan.

Program survei dan pengembangan ini direncanakan berlanjut hingga 2029. Dengan demikian, kebutuhan serta potensi energi di lebih banyak desa terpencil diharapkan dapat teridentifikasi secara bertahap.

Ferdy menyebut Kaltara memiliki potensi energi terbarukan yang dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik geografis setiap wilayah. Selain tenaga surya melalui PLTS, terdapat pula potensi pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang memanfaatkan aliran sungai kecil serta tenaga angin di daerah dengan kondisi yang mendukung.

“Potensi energi terbarukan di Kaltara sangat besar. Tinggal bagaimana kita menyesuaikannya dengan kondisi geografis dan kebutuhan masing-masing daerah,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan energi terbarukan menjadi salah satu langkah penting untuk mengatasi keterbatasan akses listrik di wilayah perbatasan yang sulit dijangkau jaringan konvensional.

Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, Pemprov Kaltara, dan PT PLN perlu diperkuat agar pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

“Kita berharap pemerintah pusat bersama PT PLN terus memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan solusi kelistrikan berbasis energi terbarukan,” harapnya.

Melalui pengembangan PLTS Terpusat dan pemanfaatan sumber energi alternatif lainnya, pemerataan akses listrik diharapkan dapat menjangkau lebih banyak desa terpencil di Kaltara. Ketersediaan listrik yang lebih memadai juga diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perbatasan.

banner 728x90
Example 120x600
Example 468x60