NUNUKAN — Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, menerima kunjungan perdana rombongan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kelas I Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Kalimantan Utara di ruang kerjanya, Selasa (27/10/2026).
Kepala KPPG Kelas I BGN Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Harjito B., S.STP., M.Si., memimpin langsung rombongan tersebut dalam rangka memperkenalkan lembaganya usai dilantik. Agenda ini sekaligus menegaskan komitmen BGN dalam mengawal penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak dan peserta didik di Kabupaten Nunukan.
Sebelum bertolak ke Nunukan, Harjito bersama jajarannya lebih dulu menggelar pertemuan strategis dengan Gubernur Kalimantan Utara. Dalam lawatannya kali ini, ia menegaskan kesiapan KPPG Kaltara untuk bersinergi penuh dengan pemerintah daerah demi menyukseskan program pemenuhan gizi masyarakat.
“Kami terbuka terhadap masukan, kritik, dan koreksi terkait kinerja, pelayanan, serta tanggung jawab yang diamanahkan pemerintah kepada KPPG,” ujar Dr. Harjito.
Ia memaparkan, saat ini terdapat 102 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Utara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 SPPG beroperasi langsung di wilayah Kabupaten Nunukan untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Harjito menekankan bahwa pihaknya sangat mengandalkan komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang erat antara KPPG, SPPG, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten guna mendongkrak mutu pelayanan program MBG.
Menanggapi kunjungan tersebut, Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, menyambut hangat kehadiran rombongan KPPG Kaltara. Ia berharap kunjungan ini mampu memperkuat fondasi kerja sama antara instansi vertikal dan Pemerintah Kabupaten Nunukan.
Hermanus secara khusus menekankan pentingnya komunikasi intensif yang melibatkan sejumlah perangkat daerah strategis. Ia meminta Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta dinas yang membidangi pertanian dan ketahanan pangan untuk bahu-membahu mengawal program ini.
Selain itu, ia juga mendorong pelibatan Kementerian Agama agar aspek kelayakan serta kehalalan makanan yang tersaji bagi para siswa benar-benar terjaga dengan baik.
“Melalui koordinasi dan sinergi lintas sektor, pelaksanaan program MBG di Kabupaten Nunukan diharapkan dapat berjalan optimal, memenuhi standar yang ditetapkan, serta memberikan manfaat bagi anak-anak dan peserta didik sebagai penerima manfaat,” tutup Hermanus. (Adv)


















