Example floating
Example floating
banner 970x250
Pemkab Nunukan

73,8 Persen Pelaku UMKM Catat Kenaikan Omzet Selama Paras Fest 2026

×

73,8 Persen Pelaku UMKM Catat Kenaikan Omzet Selama Paras Fest 2026

Sebarkan artikel ini

NUNUKAN – Paras Fest 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menggerakkan perekonomian pelaku usaha lokal. Selama festival yang berlangsung sejak 2 Oktober hingga 14 Oktober 2026 tersebut, sebanyak 73,8 persen pelaku usaha tercatat mengalami peningkatan omzet. Capaian itu disampaikan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri saat menutup Pekan Kebudayaan Daerah dan Paras Fest 2026 di Ruang Terbuka Paras (RTP), Rabu malam.

Penutupan festival semakin semarak dengan penampilan grup band Nidji yang disaksikan ribuan masyarakat. Berbagai pertunjukan seni budaya, hiburan, dan kegiatan UMKM sebelumnya turut mewarnai rangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Irwan menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, perangkat daerah, petugas keamanan, sponsor, pelaku UMKM, serta masyarakat yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia menilai semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat menjadi faktor penting yang membuat Paras Fest berlangsung meriah, aman, dan lancar.

Irwan juga memaparkan dampak ekonomi yang dihasilkan selama festival. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan, perputaran ekonomi selama Paras Fest mencapai Rp12,604 miliar. Angka tersebut mencakup omzet UMKM di luar kawasan Paras Perbatasan serta belanja APBD yang kembali kepada masyarakat.

Sementara itu, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan mencatat omzet UMKM di dalam kawasan Paras Perbatasan mencapai Rp1,667 miliar. Jika digabungkan dengan omzet UMKM di luar kawasan, total omzet usaha UMKM tercatat sebesar Rp5,824 miliar.

Berdasarkan data BPS, omzet UMKM selama Paras Fest meningkat 33,7 persen dibandingkan kondisi normal. Omzet agregat sampel yang sebelumnya mencapai Rp3,108 miliar naik menjadi Rp4,157 miliar selama festival. Peningkatan tersebut menghasilkan tambahan perputaran uang sekitar Rp1,054 miliar di warung-warung masyarakat.

“Pada kondisi normal, omzet agregat sampel berada pada angka Rp3.108.000.000. Selama Paras Fest, naik menjadi Rp4.157.000.000. Ada tambahan sekitar Rp1.054.000.000 uang yang berputar di warung-warung selama pelaksanaan Paras Fest,” ujar Irwan.

Ia menambahkan, data BPS dan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan menunjukkan 73,8 persen pelaku usaha mengalami kenaikan omzet.

Menurut Irwan, capaian tersebut memperlihatkan bahwa Paras Fest tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku usaha lokal.

Ia mengajak masyarakat menjaga semangat kebersamaan dan kebanggaan terhadap budaya daerah meskipun festival telah berakhir. Irwan juga mendorong masyarakat untuk terus menggunakan produk lokal dan mendukung usaha masyarakat.

Dalam laporan panitia yang disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Paras Fest menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kita telah melihat betapa antusiasnya masyarakat Nunukan dalam memeriahkan acara ini. Di balik kemeriahan tersebut, ada peluang ekonomi yang harus kita jaga dan lanjutkan agar roda perekonomian terus berputar di daerah sendiri,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat mencintai dan menggunakan produk lokal, mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta bangga terhadap kuliner dan potensi wisata daerah. (Adv)

banner 728x90
Example 120x600
Example 468x60