JAKARTA – Potensi raksasa Kalimantan Utara (Kaltara) kembali memikat panggung internasional. Kali ini, raksasa investasi asal Qatar membawa minat serius untuk menanamkan modal besar di Bumi Benuanta, membuka keran percepatan pembangunan daerah.
Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menyambut langsung rombongan investor yang membawa bendera Nick Oil tersebut. Pertemuan strategis ini berlangsung di Kantor Badan Penghubung Kaltara, Jakarta.
Pimpinan Nick Oil, Mr. Ali Haji, memimpin langsung delegasi tersebut. Mereka datang dengan menawarkan peluang investasi strategis di sektor minyak dan gas (migas). Tidak tanggung-tanggung, perusahaan ini juga siap memboyong jaringan global mereka dari Rusia, Inggris, Kanada, hingga negara-negara Teluk untuk membangun industri manufaktur di Kaltara.
Gubernur Zainal A. Paliwang merespons positif rencana besar tersebut dan langsung menyodorkan potensi andalan Kaltara.
“Saya selaku kepala daerah berterima kasih dan menyambut baik niat Nick Oil untuk berinvestasi di bidang migas di Kaltara. Kita memiliki cadangan migas yang sangat signifikan di Blok Ambalat,” tegas Zainal.
Kerja sama ini tampaknya akan berkembang jauh di luar sektor migas. Gubernur Zainal memanfaatkan momentum ini untuk menawarkan berbagai sektor potensial lainnya, antara lain:
-
Infrastruktur: Pembangunan rumah sakit modern, fasilitas penyimpanan (storage) BBM, dan bandara.
-
Konektivitas: Proyek pembangunan bandara internasional baru di Kabupaten Bulungan.
-
Komoditas Unggulan: Industri pengolahan hasil laut seperti rumput laut, udang, dan kepiting.
Nick Oil merespons peluang tersebut dengan sangat antusias, terutama rencana pembangunan bandara internasional di Bulungan. Mr. Ali Haji menegaskan bahwa perusahaannya memiliki kapasitas finansial yang sangat kuat untuk mendanai proyek-proyek tersebut.
“Kami memiliki 33 jaringan dalam struktur kami, rantai pasok (supply chain) yang luas, serta teknologi mutakhir. Pada dasarnya kami tidak mempermasalahkan nilai investasi,” ujar Mr. Ali Haji.
Namun, ia memberikan catatan bahwa proyek akan berjalan setelah tim menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study) serta mendapat jaminan investasi yang aman dari pemerintah daerah.
Gubernur Zainal berharap penuh agar investasi Nick Oil ini bisa mewujudkan kemakmuran nyata bagi masyarakat Bumi Benuanta. Pertemuan penting ini diakhiri dengan penyerahan Singal—penutup kepala adat khas Kaltara—kepada Mr. Ali Haji sebagai simbol kehormatan.
Sejumlah pejabat teras Kaltara turut mengawal pertemuan ini, termasuk Ketua DPRD Kaltara, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Dr. Bustan, Kepala Bapperida Bertius, serta Sekretaris DPMPTSP Rahman Putrayani. Kehadiran para pejabat ini menegaskan kesiapan penuh Pemprov Kaltara dalam menyambut investor kelas dunia. (dkisp)


















