NUNUKAN – Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan (LPADKT) Kabupaten Nunukan resmi memiliki ketua baru. Melalui Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub), seluruh pemilik hak suara menetapkan Ryan Antony sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LPADKT Nunukan periode 2026–2031 secara aklamasi, Minggu (24/5/2026).
Forum Muscablub berlangsung penuh semangat kebersamaan. Delegasi ranting yang hadir langsung maupun ranting yang mengirim surat dukungan kompak memberikan kepercayaan kepada Ryan Antony untuk memimpin organisasi pemuda adat tersebut.
Usai forum pemilihan, Ryan menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diberikan seluruh anggota LPADKT. Ia juga menegaskan kesiapannya menjalankan amanah organisasi demi memperkuat peran pemuda adat di wilayah perbatasan.
“Meskipun kegiatan ini berlangsung sederhana, besar harapan kami agar LPADKT ke depan semakin berkembang dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” kata Ryan Antony.
Di bawah kepemimpinannya, Ryan berencana memperkuat pembinaan organisasi, membangun regenerasi pemuda adat yang kompeten, serta menjaga kelestarian budaya Dayak agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Ia menilai organisasi pemuda adat harus mampu menjadi ruang pembinaan generasi muda sekaligus mitra pemerintah dalam membangun daerah perbatasan.
“Kami akan fokus menciptakan generasi muda yang kompeten dalam berbagai aspek. Kami juga siap bersinergi bersama pemerintah untuk mengembangkan potensi pemuda di wilayah perbatasan,” tegasnya.
Ryan juga menyampaikan bahwa pencapaiannya tidak lepas dari dukungan keluarga besar LPADKT, para anggota, dan masyarakat, khususnya warga di Kecamatan Krayan.
Sebagai langkah penguatan organisasi, LPADKT Nunukan menargetkan pembentukan kepengurusan ranting di 21 kecamatan di Kabupaten Nunukan. Program tersebut bertujuan memperluas pembinaan sekaligus memperkuat solidaritas masyarakat adat Dayak hingga ke pelosok daerah.
Dalam waktu dekat, Ryan Antony bersama jajaran pengurus DPC LPADKT Nunukan akan menghadiri pelantikan pengurus DPC LPADKT se-Kalimantan Utara di Tanjung Selor pada 30 Mei 2026.
Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap kepemimpinan baru LPADKT dapat terus menjaga persatuan masyarakat, memperkuat stabilitas sosial, dan melestarikan budaya Dayak di wilayah perbatasan.


















