SAMARINDA – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara) resmi merombak total jajaran direksi dan komisaris perusahaan. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat fondasi kelembagaan bank milik daerah tersebut.
Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menghadiri langsung RUPS krusial ini di Kantor Pusat Bankaltimtara, Samarinda. Pertemuan besar ini juga menghadirkan Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E., bersama seluruh kepala daerah se-Kaltim dan Kaltara selaku pemegang saham.
Dalam RUPS tersebut, para pemegang saham menyepakati pergantian tongkat estafet kepemimpinan. Romy Wijayanto kini resmi menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Bankaltimtara menggantikan Muhammad Yamin.
Untuk memperkuat lini bisnis dan manajemen, rapat juga menunjuk dua direktur baru. Direktur Kredit: Viky Pujo Rahmanto, Direktur Operasional dan Manajemen Risiko: Yenny Israwati.
Perubahan besar juga terjadi pada jajaran dewan komisaris. Para pemegang saham menunjuk Achmad Syamsudin sebagai Komisaris Utama Independen. Sementara itu, Sri Wahyuni menduduki posisi Komisaris Non-Independen sebagai perwakilan dari Pemprov Kaltim.
Keterwakilan Kaltara: Untuk posisi Komisaris Non-Independen perwakilan Pemprov Kaltara, forum menyetujui pencalonan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M. Selanjutnya, Denny akan menjalani proses penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pemimpin Sekretariat Perusahaan Bankaltimtara, Rita Kurniasih, menjelaskan bahwa perombakan pengurus ini merupakan strategi perusahaan untuk menjawab tantangan masa depan.
“Kami ingin memastikan ketersediaan pengurus yang memiliki kompetensi, integritas, serta kapasitas tinggi. Langkah ini akan mendukung pencapaian tujuan strategis perusahaan dan memperkuat fondasi kelembagaan secara berkelanjutan,” tutur Rita.
Sebagai informasi, Bankaltimtara merupakan bentuk sinergi keuangan raksasa di Pulau Borneo. Kepemilikan saham bank ini melibatkan pemerintah provinsi serta seluruh pemerintah kabupaten/kota yang tersebar di wilayah Kaltim dan Kaltara. (dkisp)


















