Example floating
Example floating
banner 970x250
DKISP Kaltara

Bukan Cuma Baca Buku, Santri di Tarakan Sukses Tembus Batas dan Terbitkan 3 Karya Sastra Sekaligus!

×

Bukan Cuma Baca Buku, Santri di Tarakan Sukses Tembus Batas dan Terbitkan 3 Karya Sastra Sekaligus!

Sebarkan artikel ini

TANJUNG SELOR – Gerakan literasi di Kalimantan Utara (Kaltara) kini tidak lagi sekadar menuntut generasi muda untuk gemar membaca. Dobrakan baru ditunjukkan oleh para santri di Kota Tarakan yang membuktikan diri mampu naik kelas menjadi penulis dengan melahirkan tiga karya buku sekaligus.

Prestasi literasi di tingkat akar rumput ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltara, Dr. Ilham Zain, S.Sos., M.PA., bertepatan dengan momentum Hari Buku Nasional. Tiga buku yang berhasil diterbitkan oleh para santri tersebut masing-masing berjudul, Tentang Keluarga yang Selalu di Hati, Hal-Hal yang Selalu Ingin Kuingat dan Bayi Kecil Itu, Telah Bertumbuh.

Example 300x600

Lahirnya karya-karya ini merupakan buah manis dari pendampingan intensif selama satu bulan dengan 10 kali pertemuan yang diinisiasi oleh Muhammad Ramli. Ramli merupakan Juara 2 Duta Baca Kaltara, guru SMP IT Ibnu Abbas Tarakan, sekaligus Founder dari mudahmenulis.id.

“Semangat seperti ini yang perlu terus ditularkan. Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi bagaimana melahirkan generasi yang kreatif, berpikir maju, dan mampu menghasilkan karya,” ujar Ilham Zain bangga.

Menurut Ilham Zain, apa yang dilakukan oleh Muh. Ramli bersama para santrinya adalah contoh nyata bagaimana budaya menulis bisa dikonsep secara matang lewat lingkungan sekolah. Proses pendampingan tersebut berhasil mendobrak dinding kecemasan para santri untuk menyusun tulisan pertama mereka hingga menjadi buku yang utuh.

Lahirnya buku-buku tersebut menjadi bukti valid bahwa pembinaan literasi secara berkelanjutan sangat ampuh dalam membangun rasa percaya diri generasi muda untuk berani menyampaikan gagasan ke ruang publik.

Lebih lanjut, Ilham Zain mengingatkan bahwa untuk membangun ekosistem literasi yang kuat di Bumi Benuanta, pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendirian. Perlu ada sinergi dan “keroyokan” dari berbagai lini.

“Gerakan seperti ini menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan terdekat. Karena itu budaya membaca dan menulis perlu terus diperkuat,” tambahnya.

Ia menaruh harapan besar agar pemantik literasi seperti yang ada di Tarakan ini bisa menular ke kabupaten/kota lain di Kaltara. Dengan begitu, daerah akan siap menyongsong masa depan lewat lahirnya generasi emas yang kritis, kreatif, dan produktif menghasilkan karya. (dkisp)

banner 728x90
Example 120x600
Example 468x60