Example floating
Example floating
banner 970x250
DKISP Kaltara

Tanpa Duit Negara, Investor Siap Pasang Rel Kereta Kaltara Tembus Malaysia dan IKN

×

Tanpa Duit Negara, Investor Siap Pasang Rel Kereta Kaltara Tembus Malaysia dan IKN

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) membawa pulang kabar baik dari Jakarta. Impian masyarakat Bumi Benuanta untuk memiliki transportasi kereta api kini mendekati kenyataan lewat skema investasi swasta murni yang tidak menyentuh APBD sama sekali.

Langkah besar ini bermula saat Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menerima audiensi manajemen PT Indonesia Transit Synergy (INTRA) di Kantor Badan Penghubung (Banhub) Kaltara, Jakarta.

Example 300x600

Dalam pertemuan strategis tersebut, Direktur Utama PT INTRA, Rully Noviandar, menyodorkan rencana investasi yang sangat fantastis. Perusahaan ini siap mengucurkan dana sebesar Rp20 hingga Rp25 triliun untuk membangun seluruh jaringan rel kereta api di Kaltara.

Keuntungan Ganda: PT INTRA akan menanggung penuh seluruh pembiayaan proyek tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Selain itu, megaproyek ini bakal menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja lokal.

Gubernur Zainal A. Paliwang menyambut gembira tawaran tersebut. Ia optimistis infrastruktur baru ini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

“Saya bersyukur PT. INTRA ini akan berinvestasi membangun jaringan kereta api di Kaltara. Mudah-mudahan ini membawa dampak positif bagi masyarakat Kaltara dan Kalimantan secara luas,” kata Zainal.

Proyek kereta api ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. Jalur kereta tersebut tidak hanya menghubungkan kota-kota di dalam wilayah Kaltara saja, melainkan mengusung visi konektivitas yang jauh lebih luas. Jalur Nasional: Menyambungkan Kaltara langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), Jalur Internasional: Membuka akses transportasi darat modern menuju Brunei Darussalam dan Malaysia.

Pemerintah daerah sebenarnya sudah merancang gagasan ini sejak tahun 2015. Proyek ini bahkan sudah tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) 2030.

Sekretaris DPMPTSP Kaltara, Rahman Putrayani, menjelaskan bahwa tim teknis sudah menyelesaikan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) untuk beberapa koridor utama. Saat ini, Bapperida Kaltara tinggal memperbarui dokumen masterplan tersebut agar sesuai dengan kondisi lapangan terkini.

Gubernur Zainal meminta PT INTRA menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) langsung di ibu kota Kaltara, bukan di Jakarta. Hal ini menunjukkan komitmen kuat daerah untuk mengawal proyek dari awal hingga tuntas.

“Saya mengundang PT INTRA ke Tanjung Selor setelah tim selesai mengkaji draf MoU. Kita akan melakukan penandatanganan kerja sama langsung di Bumi Benuanta,” pungkas Zainal.

Sejumlah pejabat penting turut mengawal pertemuan ini, termasuk Ketua DPRD Kaltara, Bupati Bulungan Syarwani, Wakil Bupati Malinau Jakaria, serta perwakilan dari Pemkab Nunukan dan Tana Tidung. Kehadiran seluruh pemimpin daerah ini menegaskan bahwa Kaltara kompak menyambut era baru transportasi modern. (dkisp)

banner 728x90
Example 120x600
Example 468x60