TANJUNG SELOR – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Kalimantan Utara menegaskan bahwa benteng pertahanan digital terbaik tidak hanya terletak pada kecanggihan teknologi, melainkan pada kompetensi para personel yang mengoperasikannya.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala DKISP Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., saat membuka Pelatihan Tools Keamanan Siber di Ruang Rapat Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara, Senin (17/5).
“Secanggih apa pun teknologinya, hasilnya tetap bergantung pada personel yang mengelola. Karena itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi hal penting agar keamanan data dan informasi daerah tetap terjaga,” ujar Iskandar tegas.
Langkah ini menjadi komitmen serius Pemprov Kaltara dalam memperkuat sistem pertahanan siber guna memayungi data dan aplikasi pemerintahan dari ancaman peretasan yang kian agresif. Dalam merealisasikannya, DKISP menggandeng mitra strategis Peris.ai Cybersecurity.
Iskandar menjelaskan, perkembangan ancaman di ruang digital bergerak sangat cepat. Guna menutup celah keamanan, Pemprov Kaltara kini mengandalkan kombinasi instrumen pertahanan digital mutakhir, di antaranya:
-
XDR (Extended Detection and Response)
-
NDR (Network Detection and Response)
-
ASM (Attack Surface Management)
-
EDR (Endpoint Detection and Response)
Meski memiliki deretan tools kelas berat tersebut, Iskandar mengingatkan bahwa tanpa keahlian taktis dari tim teknis, alat-alat tersebut tidak akan berfungsi maksimal dalam mendeteksi dan merespons ancaman.
Iskandar juga mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir dengan pihak Peris.ai. Ia meminta seluruh peserta, khususnya tim teknis dari bidang Persandian dan Aplikasi Informatika (Aptika) DKISP Kaltara, memanfaatkan momen pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai wadah pemecahan masalah.
“Khusus tim teknis, manfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi dan mencari solusi atas berbagai tantangan, sehingga sistem pertahanan siber kita semakin kuat,” jelasnya.
Melalui penguatan kompetensi ini, DKISP Kaltara optimistis mampu mengoptimalkan sistem keamanan digital demi mendukung tata kelola Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang aman, tepercaya, dan akuntabel bagi masyarakat. (dkisp)


















