NUNUKAN – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalimantan Utara (Kaltara) terus menggenjot percepatan penurunan stunting. Kali ini, mereka mengusung target ambisius untuk mencetak wilayah zero stunting di Nunukan Selatan melalui optimalisasi peran Posyandu.
Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., memimpin langsung kunjungan kerja pembinaan di Posyandu Free Lancang, Kecamatan Nunukan Selatan. Dalam aksi turun lapangan ini, Ketua TP-PKK Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia Irwan, S.E., turut mendampingi rombongan.
Dalam arahannya, Rahmawati menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan kerja nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar acara seremonial semata. Ia bahkan langsung memberikan target khusus kepada jajaran pemerintah kecamatan untuk mengentaskan dua anak yang saat ini terindikasi stunting di wilayah tersebut.
“Kami menitipkan kepada camat dan masyarakat, agar bulan depan dua anak ini bisa menjadi zero (bebas stunting). Kuncinya, orang tua harus rajin membawa anaknya datang ke Posyandu,” tegas Rahmawati.
Rahmawati membeberkan fakta mengejutkan mengenai pemicu stunting di Kaltara. Menurutnya, penyebab utama kasus stunting di Bumi Benuanta bukan karena wilayah ini kekurangan bahan pangan, melainkan karena minimnya pemahaman orang tua mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi seimbang.
“Banyak orang tua yang belum memahami pentingnya asupan bergizi bagi anak. Mereka bahkan masih memberikan makanan ringan (camilan tidak sehat) yang tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak. Inilah yang memicu stunting, padahal wilayah kita ini sangat berlimpah ikan dan ayam,” jelasnya.
Oleh karena itu, Rahmawati mengajak seluruh masyarakat untuk mengubah sudut pandang mereka mengenai fungsi Posyandu. Ia menegaskan bahwa Posyandu saat ini telah bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan dan edukasi yang memiliki fasilitas modern.
-
Bukan Sekadar Tempat Berobat: Posyandu berfungsi sebagai pusat informasi kesehatan bagi ibu hamil dan balita.
-
Fasilitas Mutakhir: Pemerintah kini sudah melengkapi Posyandu dengan layanan ultrasonografi (USG) 4 dimensi.
Pada kesempatan itu, Rahmawati juga mengapresiasi kerja keras semua pihak yang berhasil membawa Provinsi Kaltara menempati peringkat kedua nasional dalam hal penurunan prevalensi stunting. Ia optimistis, partisipasi aktif masyarakat akan mempercepat terwujudnya target zero stunting di Nunukan Selatan.
Sebelum mengakhiri kunjungannya, Rahmawati membagikan langsung bantuan makanan tambahan kepada 35 ibu hamil, serta memberikan bantuan khusus untuk dua anak yang terindikasi stunting tersebut. (dkisp)


















